KURU – Cerita Horor Science Fiction Wabah Zombie di Pedalaman Papua - Bagian 3
Ia Menggunakan Nama Tuhan, Lalu Kehilangan Segalanya
Prakandha:
Semua orang mengenalnya sebagai perempuan saleh.
Rajin beribadah. Rajin bersedekah. Selalu bicara tentang Tuhan dan pengorbanan.
Tak ada yang tahu bahwa kesalehan itu dibangun dari ketakutan akan miskin, lapar, dan diinjak seperti masa kecilnya.
Tak ada yang melihat bagaimana agama berubah menjadi alat, keluarga menjadi properti, dan anak-anak menjadi investasi masa depan.
Ia mengatur segalanya.
Uang. Warisan. Doa. Bahkan citra dirinya sendiri.
Hingga satu per satu orang pergi.
Anak-anak meninggalkannya.
Saudara menolak tunduk.
Dan Tuhan, yang namanya ia pakai seumur hidup, tak lagi diam.
Ia mulai berbicara pada suara yang tak bisa dipastikan asalnya.
Tuhan?
Atau nurani yang terlambat bangun?
Mereka menyebutnya gila.
Tapi mungkin ia hanya perempuan yang terlalu lama bersembunyi di balik ibadah, hingga lupa bagaimana caranya hidup tanpa topeng.
Disclaimer:
Seluruh nama tokoh, tempat, dan kejadian dalam novel ini adalah fiksi semata. Kesamaan yang mungkin ditemukan dengan nama, tempat, atau peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka dan tidak dimaksudkan untuk mencerminkan individu atau entitas tertentu. Penulis tidak bermaksud untuk menyinggung atau merujuk kepada orang, kelompok, atau lokasi manapun secara langsung. Semua konten dalam karya ini adalah hasil imajinasi dan hanya untuk tujuan hiburan.
Komentar
Posting Komentar