KURU – Cerita Horor Science Fiction Wabah Zombie di Pedalaman Papua - Bagian 3

Gambar
  03 - Manase yang Teguh "Bagaimana kau bisa kehilangan orang-orangmu, Manase?" tanya Waromi yang duduk begitu saja di lantai di luar tikar gelaran. Dia sedang memegang cangkir kaleng yang berisi kopi hangat. Walau tanpa gula tetapi Waromi bisa menikmati kehangatannya melewati tenggorokan dan menyentuh rongga dadanya yang nyaris beku karena kedinginan di bawah hujan tadi. "Hhh. Aku terlalu ceroboh dan tanpa perhitungan. KhaKhua ternyata sudah mengincar tempat ini sejak lama. Aku menampung anak Numfor yang terluka di sini. Dan aku tidak tahu kalau dia adalah KhaKhua. Aku perintahkan abang si Isak untuk merawat lukanya. Sementara kami berangkat berburu dan memanah ikan di sungai. Kami pulang ke gubuk menjelang sore dengan buruan yang banyak.  Sesampai di gubug kami tidak menemukan anak Numfor dan yang lainnya. Setelah mencarinya ternyata anak Numfor dan abang Isak sedang memakan tubuh Elias hidup-hidup. Aku marah dan menangkap anak Numfor. Menembaknya di kepala, tepat di a...

KARMA - Tuhan yang Kulekatkan di Namaku



Apakah Ibadah Bisa Salah Arah? Kisah Ini Menjawabnya.  Ia Menggunakan Nama Tuhan, Lalu Kehilangan Segalanya



Apakah Ibadah Bisa Salah Arah? Kisah Ini Menjawabnya. 

Ia Menggunakan Nama Tuhan, Lalu Kehilangan Segalanya



Prakandha:


Semua orang mengenalnya sebagai perempuan saleh.

Rajin beribadah. Rajin bersedekah. Selalu bicara tentang Tuhan dan pengorbanan.

Tak ada yang tahu bahwa kesalehan itu dibangun dari ketakutan akan miskin, lapar, dan diinjak seperti masa kecilnya.

Tak ada yang melihat bagaimana agama berubah menjadi alat, keluarga menjadi properti, dan anak-anak menjadi investasi masa depan.

Ia mengatur segalanya.

Uang. Warisan. Doa. Bahkan citra dirinya sendiri.

Hingga satu per satu orang pergi.

Anak-anak meninggalkannya.

Saudara menolak tunduk.

Dan Tuhan, yang namanya ia pakai seumur hidup, tak lagi diam.

Ia mulai berbicara pada suara yang tak bisa dipastikan asalnya.

Tuhan?

Atau nurani yang terlambat bangun?

Mereka menyebutnya gila.

Tapi mungkin ia hanya perempuan yang terlalu lama bersembunyi di balik ibadah, hingga lupa bagaimana caranya hidup tanpa topeng.


Disclaimer:


Seluruh nama tokoh, tempat, dan kejadian dalam novel ini adalah fiksi semata. Kesamaan yang mungkin ditemukan dengan nama, tempat, atau peristiwa nyata hanyalah kebetulan belaka dan tidak dimaksudkan untuk mencerminkan individu atau entitas tertentu. Penulis tidak bermaksud untuk menyinggung atau merujuk kepada orang, kelompok, atau lokasi manapun secara langsung. Semua konten dalam karya ini adalah hasil imajinasi dan hanya untuk tujuan hiburan.


Bab Berikutnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARMA-Tuhan yang Kulekatkan di Namaku

UNICORN - Cerita Horor Boneka Arwah Terkutuk

UNICORN - Cerita Horor Boneka Arwah Terkutuk - Bagian 1