CANDRAMAWA – Kisah Siluman Macan Kumbang (Cerita Horor Mistis Legenda Jawa Tengah) - Bagian 7
CHAPTER 08
Orang-Orang Aneh
Keesokan harinya aku terjaga. Jam berkepala Mickey yang besar di atas pintu kamarku terlihat menunjukkan pukul sembilan. Jarum pendeknya tepat di angka itu. Sedang yang panjang mendekati angka tiga. Sudah pasti aku kesiangan. Biasanya aku bangun ketika jarum pendeknya di angka enam, dan jarum panjangnya kadang sebelum angka duabelas atau sedikit setelah duabelas.
Ketika aku menatap sekeliling, aku temukan seorang lelaki berdiri menatap keluar jendela kamarku ke arah rumah Vani di sebelah. Tentu dia hanya menatap tembok pagar dan atap rumah itu. Aku tiba-tiba menyadari. Selama ini, hanya pakdhe saja lelaki yang berani masuk ke kamarku. Bang Ipul pun pernah ku usir karena memaksa masuk untuk membersihkan kamar ini. Bukankah ada mbak Rasmi? Tidak boleh ada lelaki yang boleh masuk tanpa seijinku. Dulu memang ayah selalu menggendongku tiap kali aku dipaksa bangun pagi. Tetapi ayah sudah tiada. Maka lelaki ini harus keluar.
"Anda tidak sopan memasuki kamar perempuan tanpa ijin. Keluar dari kamar saya atau saya akan memanggil pakdhe!" kataku keras-keras. Dan lelaki itu hanya mengangguk sopan sambil tersenyum. Dia adalah si suara geledek. Perlahan-lahan dia berjalan keluar kamar dan nyaris bertabrakan dengan Madame Mock yang membawakan sarapan untukku. Mereka tidak berbicara satu sama lain. Dan Madame Mock melihat lelaki itu melangkah minggir untuk memberi jalan kepadanya terlebih dahulu. Sebuah sikap sopan yang gentleman. Ricky pernah bilang kalau lelaki gentleman harus mendahulukan wanita. Rupanya sikap si suara geledek itu adalah salah satu contohnya.
"Selamat siang, sayang, kau sudah bangun rupanya!" kata Madame Mock menyapaku. Dia meletakkan penampan sarapanku di meja sebelah ranjangku, kemudian menghampiriku dengan sebuah kecupan sayang di kening. Aku terkesima. Sudah hampir dua tahun aku tidak pernah menerima sikap keibuan seperti itu. Apalagi dari mbak Rasmi. Wanita itu mana pernah belajar untuk mencium kening. Menyapa dengan halus saja tidak pernah. Bahasanya selalu kaku dan sedikit kasar.
Kata pakdhe dia memang bukan orang terpelajar. Tetapi dia bersedia mengurusku dengan baik. Oleh sebab itu sikapnya seperti tidak pernah mengenal sopan santun walau selalu berhasil membuat rumah menjadi rapi dan bersih. Aku memang tidak suka dia keluar masuk kamar seenaknya, mengejutkan aku saja. Bahkan tak pernah mengetuk pintu untuk menanyakan apakah aku mengijinkan dia masuk atau tidak. Dan pakdhe bilang aku tidak boleh mencontohnya.
Beda sekali dengan Madame cantik ini. Dia sopan dan terpelajar. Lembut dan penuh kasih sayang kepadaku. Tetapi kenapa setiap kali dia masuk ke dalam mimpiku, selalu berubah menjadi jahat? Selalu berubah menjadi wanita penuh keriput dengan seringai mengerikan. Bahkan waktu-waktu belakangan ini semakin sering melukaiku dengan cakarnya yang tajam. Dalam tiga hari terakhir ini luka cakar di punggungku semakin banyak. Dan kata pakdhe aku semakin kurus, padahal aku makan banyak.
***
Siang ini aku sarapan dengan lahap. Aku selalu merasa lapar setiap bangun tidur. Dan aku selalu merasa letih dan lesu. Seolah tidurku tidak pernah menyenangkan lagi. Septa sudah tidak pernah hadir lagi di mimpiku. Hanya Madame Mock yang menyeramkan dan unicorn yang selalu melindungiku dari kejahatan Madame yang bisa berubah wujud menjadi sangat mengerikan. Tetapi mengapa dia selalu menolak dan menyangkal bahwa dia tidak pernah hadir dalam mimpiku? Bukankah aku juga melihat luka lebam di sudut matanya ketika dia berkelahi dengan unicornku? Kenapa dia tidak mau jujur kepadaku bahwa dia telah berkali-kali di kalahkan oleh pelindungku di dunia mimpi?
Di kenyataan, Madame Mock selalu bilang bahwa dia sedang berusaha melindungiku. Sedang berusaha menyelamatkanku. Dan aku meragukan kata-katanya yang lembut.
Memang aku menyukai Madame Mock ketika kami ada di dunia nyata seperti sekarang ini. Tetapi aku jadi takut dan membencinya ketika di dalam mimpi. Apa yang harus ku lakukan? Aku ingin tetap terjaga di dunia nyata supaya aku bisa merasakan kasih sayang ibu lewat Madame Mock. Tetapi aku rindu Septa yang lucu. Sejak kedatangan Madame Mock, dia tak pernah muncul kembali di mimpiku.
Sebenarnya aku ingin sekali masuk sekolah kembali. Sudah hari ketiga aku tidak berangkat sekolah. Aku rindu Ricky dan Madame Nnay. Dan aku akan berjanji kepada Ricky untuk tidak lagi meminta bekalnya karena Madame Mock sudah bersedia memasak yang enak-enak untukku. Hanya saja pakdhe selalu melarangku berangkat sekolah. Entah apa alasannya, aku tidak pernah tahu. Kupikir aku perlu bicara kepadanya untuk hal ini.
***.
Hari berganti lagi. Dan aku terbangun dengan keadaan lebih menyedihkan. Sakit dan perih terasa di sekujur tubuhku. Pakdhe sudah duduk di ranjangku ketika aku terjaga. Sedang Madame Mock tak kutemukan keberadaannya. Mungkin Madame cantik itu sedang memasak di dapur untuk sarapanku. Kali ini aku ingin makan banyak supaya kembali segar.
Aku duduk dan menyingkirkan selimut tebal yang terasa berat menindih tubuhku. Dan tanpa ku duga, pakdhe tiba-tiba memelukku sambil menangis. Ada apa? Apakah aku tanpa sadar telah berbuat kesalahan? Kenapa pakdhe tiba-tiba menangis seperti itu?
Aku tidak pernah melihat pakdhe menangis demikian. Bukan tidak pernah. Aku ingat ketika ibu hendak dikebumikan dulu. Beliau juga menangis tersedu seperti sekarang ini. Apakah ada yang meninggal lagi? Jangan-jangan Madame Mock? Aku ingat sekarang.
Ya.. Aku ingat sekarang!
Semalam Madame Mock bertarung kembali dengan unicorn. Kali ini dia di bantu seorang lelaki dengan membawa pedang panjang. Dan mereka mengeroyok unicorn yang sedang melindungiku dari ancaman kedua orang itu. Madame Mock, dan lelaki berpedang. Unicornku sangat kuat. Dia berubah menjadi wanita berambut panjang yang sangat perkasa. Mampu mengalahkan mereka berdua sampai berdarah-darah. Aku menutup mata karena ngeri. Selanjutnya tak ku ketahui lagi.
Apakah Madame Mock juga mengalami luka seperti setiap kali dia habis bertarung di dalam mimpiku? Kalau iya, berarti dia adalah hantu wanita yang menyamar manusia untuk bisa masuk ke dalam mimpiku dan membahayakanku. Aku tidak mau bertemu lagi dengannya karena dia mengancam hidupku.
Ya! Memang seharusnya begitu. Jadi aku akan kembali hidup normal dan bisa kembali ke sekolah. Kemudian bisa kembali bersenang-senang dengan Septa dan unicornku di dalam mimpi.
Selanjutnya aku menjadi tenang kembali setelah tahu Madame Mock tidak berada di rumah hari itu. Entah kenapa perasaan aneh menelusup dalam hatiku. Perasaan senang karena ke empat orang tamu pakdheku sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Walau aku menganggapnya tidak sopan karena Madame cantik itu tidak pamit kepadaku, tetapi aku merasa lega. Malam nanti bakal tidak ada lagi yang masuk ke mimpiku. Dan aku yakin Septa akan masuk ke sana untuk bermain denganku.
Septa... Aku rindu padamu...
Sore itu pakdhe kembali menerima tamu. Dua orang wanita. Dan menurut pakdhe sebelum membawaku menemui mereka, kedua wanita itu adalah Nanny yang akan mengurus ku. Mereka orang-orang baik dan terlatih. Pandai memasak dan bisa membereskan pekerjaan rumah dengan baik seperti mbak Rasmi dulu. Aku tidak keberatan. Dan aku mau melihatnya.
***
"Saya miss Karen, dan ini Miss NeAng saudara Madame Nnay. Kami akan merawat anda. Maka bekerjasamalah. Anda tidak keberatan bukan?" kata wanita cantik dan langsing itu sambil tersenyum. Dia sepertinya bisa dipercaya. Sedang wanita yang berwajah tirus dengan bibir penuh itu, mirip sekali dengan Madame Nnay. Aku langsung menyukainya. Dan berharap dia sama baiknya dengan Madame Nnay.
"Saya suka.. Dan saya akan baik-baik saja. Terimakasih dan selamat datang?" kataku menyambut kedatangan mereka seperti yang diajarkan pakdhe kepadaku sebelumnya. Semoga kata-kataku benar. Aku menoleh kepada beliau dan melihatnya tersenyum puas. Pakdhe membantu membawakan koper besar dan menunjukkan kamar yang dulu digunakan oleh mbak Rasmi dan bang Ipul kepada mereka. Aku mengikutinya dengan gembira. Miss NeAng sore itu menemaniku bermain bersama boneka unicorn ku. Dan kami bergembira bersama.
Dia bersemangat sekali menceritakan perjalanan hidup Madame Nnay yang sederhana dan selalu gembira. Miss NeAng adalah adik kandung Madame Nnay. Dan tahulah akhirnya, kenapa guru yang bersahaja itu begitu baik dan tulus membimbingku. Rupanya madame Nnay adalah guru musik yang bercita-cita menjadi penyanyi terkenal di waktu kecilnya. Miss NeAng juga suka menyanyi. Dan suaranya merdu sekali.
"Aku dengar suaramu indah. Boleh berlatih bersama?" tanya miss NeAng kepadaku. Pasti dia sudah mendengar dari madame Nnay bahwa aku suka bernyanyi. Dan aku tak ragu lagi untuk memamerkan suara indahku. Aku bernyanyi bersamanya.
Dan...
Aku kembali mengecewakan orang yang membimbingku dengan tulus. Aku menjadi gugup di tengah-tengah lagu. Aku mendadak tidak ingat kembali lirik yang setiap waktu telah ku hapalkan sampai akhir, di luar kepala. Seharusnya aku bisa menyanyikannya sampai selesai.
Tetapi sore ini..
Komentar
Posting Komentar