CANDRAMAWA – Kisah Siluman Macan Kumbang (Cerita Horor Mistis Legenda Jawa Tengah) - Bagian 7

Gambar
  07 Penciptaan Parjio sudah menduga akan mendapat pertanyaan seperti itu ketika dia membuka kisah tentang hal-hal yang menyangkut tentang entitas "tan wadag". Untung saat ini dia tidak berhadapan dengan seorang yang fanatik. Bisa terjadi perang besar bila dia harus mengungkapkan beberapa hal yang bertentangan dengan keimanan mereka. "Aku paham maksudmu. Sebaiknya kita pahami dulu tentang "proses penciptaan" di kepercayaan masyarakat Jawa penganut "kapribaden Jawa Purba. Ingat Penganut "kapribaden Jawa" dan bukan "Kejawen"!" kata Parjio mencoba memberi pengertian tentang Jawa dengan hati-hati kepada Adrian yang berpikiran logis dan ilmiah. "Apa beda antara Kejawen dan kapribaden Jawa?" Tanya Adrian mendesak. Senyum Parjio mengembang. Selalu begitu pertanyaan orang-orang bila sudah menyangkut perbedaan mendasar tentang "kepribaden". "Berbeda menurut ajaran yang kuterima dari kakek. Tetapi mungkin diangga...

UNICORN - Cerita Horor Boneka Arwah Terkutuk - Bagian 3




CHAPTER 03

Kacamata Orang-orang 

1. Pengantar Paket 

Host : Arta Guntur 
Asisten Host : Beby Mercon
Narasumber : Giring - Pengantar Paket 

Arta : mas Giring ini mengingatkan saya kepada seorang penyanyi terkenal.. Apa ada hubungannya dengan dia? 

Giring : Tidak.. Tentu saja tidak. Nama dan tampang boleh saja sama. Tetapi keberuntungannya tidak sama kok.. Percayalah!

Arta : Tentu saja saya percaya. Bagaimanapun saya harap mas Giring masih mau bersyukur karena diberi nikmat sehat sehingga bisa bertemu di sini, di Kanal Misteri Arta Guntur. Selamat datang mas Giring. Ada ratusan ribu pecinta kanal ini sedang menunggu pernyataan dan kesaksian mas Giring. Semoga masih ingat apa yang telah anda saksikan di rumah besar ibu Irawati Cipta. Dan bukan berita bohong tentu saja. 

Giring : ooh.. Bukan berita bohong, mas. Ini adalah apa yang saya alami sendiri. Dengan mata kepala saya sendiri. Dan saya berani disumpah karena pernyataan ini. 

Arya : Ya.. Tentu saja. Bu Rasmi juga telah menyatakan bahwa beliau mengenal anda sebagai kurir yang sering mengirim paket di rumah Bria. Dan mas Giring toh sudah di wawancara sebagai narasumber di kanal lain. Jadi saya yakin anda tidak sedang bicara bohong sekarang ini. Ok.. Kita mulai. 

Mas Giring, anda mengaku menyaksikan hal-hal aneh ketika anda sedang mengantar paket ke rumah tempat bu Rasmi bekerja yaitu di rumah mendiang ibu Irawati Cipta. Ceritakan kepada kami, bagaimana anda bisa sampai ke sana dan menyaksikan sesuatu yang di luar nalar dan kemudian memviralkannya di media sosial. 

Giring: Sebenarnya saya tidak sengaja tahu, mas. Saya hanya mengantarkan paket saja. 
Ya, memang waktunya yang pas mungkin.. 

Eerr.. Pagi itu pintu gerbang depan dikunci dan bu Rasmi tidak keluar walau saya menekan bel berulang-ulang. Jadi saya tidak bisa mengirimkannya pagi. Toh saya juga akan melewati rumah itu lagi untuk balik ke kantor pada sorenya. Jadi saya membawanya lagi untuk diantar nanti. Saya sudah biasa mengirim paket ke rumah itu. Dan memang rumah besar itu hawanya beda sekali sih... Apa lagi saat kejadian...

Arya: begitu ya. Jadi mas Giring menunda paket karena ibu Rasmi tidak membuka gerbang pagi itu. 

Giring: Ya. Saya biasa meninggalkan rumah yang tidak terbuka gerbangnya karena menunggu mereka keluar hanya membuang waktu. Mereka kan orang-orang kaya yang kadang belum bangun walau sudah agak siang. Saya akan mengirim pada sorenya. Dan biasanya mereka sudah ada di rumah dan gerbang tidak terkunci. Beberapa orang kaya membiarkan saya masuk lewat pintu samping. Dan para pembantu rumah mereka biasanya sedang sibuk menyiram tanaman atau melakukan kegiatan bersih-bersih pekarangan sambil santai. Jadi saya bisa memberikan paket kepada mereka. Ingat saya butuh tanda tangan sebagai bukti penerimaan barang. 

Arta : Betul.. Wajarlah bila mereka tidak memiliki waktu di pagi hari. Pembantu sibuk, dan mereka juga pasti sudah berangkat kerja. Mas Giring... Orang kaya pasti kerja setiap pagi. Bahkan ketika orang-orang seperti kita belum bangun, mereka sudah siap berangkat kerja. Kalau tidak begitu, mana mungkin mereka bisa kaya. Ha ha ha...

Giring: Mungkin begitu. 
Nah, sore itu saya masih melihat pintu depan tertutup rapat. Tetapi gerbang terbuka. Saya parkir motor di depan gerbang. Saya langsung masuk saja seperti biasa kalau-kalau bu Rasmi atau suaminya lagi sibuk di belakang. Saya juga mendengar di taman belakang masih ada suara anak bermain. 

Arta: Suara anak bermain? Sendirian atau banyak anak? 

Giring: Sendirian. Dia bernyanyi. Bagus suaranya seperti penyanyi cilik dalam kaset. Eehh.. Bu Rasmi itu.. Eehh.. Mereka itu langganan salah satu platform e-market. Biasanya pesan paket mainan edukasi untuk anak yang diasuh mereka, kadang alat tulis atau lainnya. Paling sering adalah boneka. 

Bu Rasmi pernah berpesan, kalau semua lagi di belakang, masuk saja lewat pintu samping, dapur, kan di belakang. Maka saya seperti biasa masuk lewat pintu samping untuk langsung ke dapur lewat taman belakang hari itu. 

Saya melihat anak itu lagi asik bermain dengan bonekanya. Sedang di balik tembok pagar, dari halaman tetangga yang hanya dibatasi pagar pendek, saya melihat anak-anak seusia sebaya mungkin, sedang mengintip dia. Si anak yang main boneka ini tidak sadar kalau ada teman-temannya yang mengintip. Padahal saya rencananya mau mendekati anak itu untuk minta tolong dipanggilkan bu Rasmi. Saya malah belum sampai mendekati pagar hijau taman belakang, eehh.. Anak-anak yang ngintip tadi melempar air kotor dalam plastik ke arah si anak yang sedang asyik main. 

Hanya anehnya, sesuatu yang membuat saya memilih kabur dari situ, air dalam plastik itu tidak sampai menimpa si anak yang main boneka di taman belakang...

Plastik-plastik berisi air itu berhenti di udara.. Benar-benar berhenti... Melayang diam... Bayangkan saja mas! Dalam keadaan waras, apa yang anda pikirkan untuk peristiwa itu? Sihir? Sulap? Atau hantu di siang bolong? 

Saya hanya bisa melihatnya, seperti sedang terpaku antara takut dan keheranan. 

Apalagi kemudian plastik-plastik berisi air itu berbalik meluncur ke arah pelemparnya, yaitu ke arah rombongan anak-anak yang berada di balik tembok pagar. Mereka menjadi riuh dan menjerit tak karuan. Saya juga semakin ngeri melihatnya. Tanpa pikir panjang, saya langsung berbalik menuju ke depan rumah, menyalakan motor lalu kabur.. Itu saja yang saya alami mas. Dengan mata kepala sendiri.. 

Arta: benar-benar mengerikan sekali. Dan kalau saya jadi mas Giring, tentu akan bereaksi sama. Kabur! Ok terima kasih mas Giring. Semoga sukses selalu.. 

___
04 Madame Nnay

Host : Arta Guntur
Asisten Host : Beby Mercon 
Narasumber : Madame Nnay - Pengajar di Sekolah Dasar Bangun Cipta Karya. 

Madame Nnay: Bria itu anak cerdas, imajinasinya bagus. Tetapi, ya... Seperti setiap anak dengan trauma masing-masing, dia juga mengalami saat-saat sulit setelah kehilangan keluarga. Dan itu memang benar-benar mengganggunya secara psikologis. Sampai merubah sikap kesehariannya. 

Arta : Apa ada perubahan yang signifikan dalam sikap keseharian Bria? 

Madame Nnay: Tentu saja. Saya akan sampaikan sebatas yang saya tahu saja yaitu di lingkup sekolahnya. Setelah kejadian tragis itu, dia menjadi penyendiri, keceriaannya hilang sama sekali, dan empatinya terkikis secara pelan-pelan. Dia kemudian menjadi tidak peduli kepada keadaan di sekelilingnya. Kasihan sekali anak itu. Dia cerdas, dan itu tidak berubah, malah semakin kritis pemikirannya. Hanya perubahan yang drastis adalah: dia berubah introvert. Tertutup, dan memilih orang-orang yang tertutup pula untuk menjadi temannya. Dia memang pernah dibully oleh kakak kelasnya. Sesekali saja, tetapi kemudian dia bisa mengatasi masalah itu. Bahkan kakak kelasnya tak berani lagi mengganggunya. Mungkin ada sesuatu yang membuat mereka jera membully Bria. 

Memang keadaan yang menekan perasaan itu membuatnya terkucil. Lalu menjadi gugup dan canggung ketika menghadapi orang banyak. Tidak percaya diri, tetapi suka semaunya sendiri. Dia suka menyanyi dan suaranya bagus... Anda harus mendengarnya sekali waktu. Hanya sayangnya... Setiap kali dia teringat ibu atau adiknya, dia tidak bisa menyelesaikan lagunya. 

Untuk masalah kerasukan... Woi... dia itu anak didik saya. Sangat dekat sekali dengan saya. Saya keberatan untuk menyetujui pendapat anda bahwa introvert dengan imajinasi yang bagus, yang bertingkah sedikit tertutup dan aneh itu disebut mengalami gejala kerasukan. Saya tidak setuju hal itu. Saya lebih menyukai opsi, bahwa Bria sedang butuh pendampingan khusus. Dan dengan adanya Madame Mock, saya yakin masalah psikologisnya akan bisa dilewati. Itu saja.. 

___
05. Miss NeAng dan Miss Karen

Arta: Miss NeAng dan Miss Karen,  selamat datang di acara podcast kami!... Anda berdua adalah pengganti bu Rasmi dan bang Saipul dalam merawat dan mengurus Bria setelah bu Rasmi dan suaminya mengundurkan diri. Kalau menurut anda berdua, apa ada yang aneh dari... Bria? 

NeAng : Setelah kejadian itu, ya? Mohon jangan tanya saya.. Saya tidak mau membicarakannya. Ketika kami sampai di rumah Bria, menurut saya pribadi, semua hanya cerita dari tetangga saja. Dan saya tidak perlu mencari tahu kebenarannya, kan? Dan saya tidak menemukan hal aneh dan luar biasa di rumah itu. Ehh.. Kecuali hadirnya beberapa tamu tuan Hendar. Konon mereka adalah paranormal. Saya tidak mau tahu hal itu lebih dalam lagi.. Maaf. 

Arta: Bagaimana dengan Miss Karen?

Karen: ehh. Ya.. Memang rumah itu besar dan mewah. Orang tua Bria kan pemilik sekolah swasta terkenal. Jadi wajar bila punya rumah sebesar dan sebagus itu. Saya dan NeAng harus bekerja nyaris seharian hanya untuk membereskan rumah itu. 

Arta: Tentang kisah mengerikan itu? 

NeAng: Tentang hal yang aneh-aneh.. Tentu saja kami tidak pernah mengalaminya. Kalian ini paranoid sekali.. Sudah... sudah... Jangan tanya saya lagi tentang hal-hal yang tidak saya mengerti. Intinya saya suka Bria. Saya mencintainya dan saat ini mungkin tidak akan ada yang bisa memisahkan kami. Itu saja.. 

Arta: Bukan paranoid Miss NeAng... Begitu beberapa kanal membicarakan rumah itu, saya jadi berpikir bahwa sesuatu yang buruk sedang terjadi dan meneror siapapun penghuni rumah. Setidaknya begitulah menurut kanal-kanal lain yang telah mewawancarai bu Rasmi dan pengantar paket, mas Giring.. 

Karen: Itu bukan dari kami kan? Terus terang gajinya sih lumayan bagus. Bukan lumayan lagi malah. Sangat bagus! Dan saya punya Sabtu dan Minggu untuk berkumpul dengan teman-teman dan mengurusi hidup sendiri. Kalau NeAng, dia sangat mencintai Bria. Eehh.. Maksud saya.. saya juga menyukai anak itu. Imut dan pintar sekali. Kalau bersama kami, dia terlihat ceria dan.. Ehh. Walau sering terlihat gugup, tapi dia adalah anak yang cantik dan menarik. Patut disayangkan betapa nasibnya begitu malang karena telah ditinggal oleh orang-orang terdekatnya. 

Arta: Anda berdua tentu menyayangi Bria dengan sepenuh hati bukan. Saya bisa tahu kalau anda berdua ini suka sekali dengan anak-anak. 

Karen: Ya harus dong.. Itu adalah bagian dari pekerjaan kami. Kami akan mengasihi setiap anak-anak, dan dunia kanak-kanak Itu polis sekali. Karena itulah kami memilih pekerjaan ini. Tetapi di rumah itu saya hanya bekerja sebagai pengurus rumah tangga saja. Kalau NeAng.. Dia sangat suka anak kecil yang memiliki bakat-bakat tertentu dan bersuara bagus. Bria itu favoritnya. Mereka sering belajar menyanyi bersama. 

Saya pikir mereka pasangan duet yang cocok. Mariah Carey bakal amblas oleh NeAng. Nih! Sedikit bocoran, ya.. NeAng sudah bikin banyak lagu bagus dan semua sudah saya dengar.. Apalagi sekarang ada piano baru yang pasti mereka tambah semangat lah.. Dan kalau mereka terkenal nanti, saya mau ndompleng beken jadi manager mereka.. Entah kapan rencana bikin albumnya? Yang pasti, rencana bikin demo sudah dipersiapkan. Tunggu saja nanti.. 

06. Paranormal 

(Arta dan kru sedang berada di tepi jalan Osamaliki yang sibuk sekali di pagi sebelum jam setengah sembilan).

Arta : Halo guys, waduh, sulit sekali menemui paranormal hebat yang telah mengusir hantu di rumah keluarga mendiang Irawati Cipta... Kali ini saya di lapangan akan mencoba menemui beliau-beliau yang luar biasa sukses menangani kasus hantu di rumah Bria. Jangan tinggalkan kanal ini, ya. Saya, Arta Guntur, akan berusaha menggali lebih dalam tentang apa yang telah terjadi di rumah itu dengan langsung mewawancarai mereka-mereka yang terlibat langsung dengan kejadian mengerikan di rumah keluarga Irawati Cipta. Ok! Saya sudah di depan kantor madame Mock, agènsi paranormal yang sangat kondang di kota ini. Dan kita akan menunggu madame Mock di depan pintu kantornya, supaya berkesempatan bicara dengan beliau yang ternyata memang terlalu sibuk sehingga sulit sekali untuk ditemui. Bahkan beliau menolak email saya untuk bertemu. Juga nomor saya sudah di blokir oleh manajemen beliau. Hahahaha... Misterius sekali dan membuat kalian penasaran juga, kan? Untuk itu, temani saya menunggu beliau... Nah... Itu mobilnya sudah terlihat. Avanza hitam guys... Sama misteriusnya dengan agènsi ini... Doakan semoga beruntung ya... Woi akang kameramen. Mobilnya dong!! 

(Sebuah mobil seperti yang disebut oleh Arta Guntur, menepi di depan kantor agènsi paranormal terkenal, madame Mock. Mobil itu kemudian berhenti tepat di tepi trotoar di depan pintu agènsi. Seorang wanita separuh baya membuka pintu samping kiri dan keluar diikuti seorang lelaki bercambang lebat dari seberangnya. Mereka melangkah tenang menuju ke pintu di mana Arta Guntur berdiri menunggu bersama kameramen dan Beby Mercon).

Arta (menyongsong dengan antusias) : Selamat pagi madame Mock, saya Arta Guntur dari kanal misteri youtube. Eee... Saya yang mencoba mengirim email dan menelepon untuk bertemu madame beberapa hari lalu. Maaf! Boleh kami bertamya sedikit saja? 

Madame Mock : (mengerutkan dahi dan mengernyitkan matanya menatap Arta dengan tajam). Ya? Ada apa? (Sambil terus berjalan menuju ke pintu untuk membuka kuncinya).

Arta : ehh... Apakah anda ada waktu sebentar untuk menceritakan kisah hantu di rumah pemilik yayasan itu? Kami dengar anda dan tim anda telah berhasil mengusir eee.. "sesuatu" yang menghantui rumah itu. Benarkah? 

Madame Mock : (tertawa kecil) Maaf, saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang hal itu. Mohon maaf! Itu adalah rahasia klien kami. Sebaiknya anda cari informasi itu dari pihak lain saja. Sekali lagu, maaf! Kami sibuk sekali... 

(Madame Mock dan lelaki bercambang itu masuk ke kantornya tanpa memberi kesempatan Arta Guntur untuk bertanya lebih jauh lagi. Arta kembali bicara di depan kamera). 

Arta : (wajahnya sangat kecewa) Waduh... Maaf sekali guys, beliau menolak untuk membicarakan peristiwa itu dengan alasan privacy klien. Dan terdengar profesional sekali. Tak ada lagi yang bisa saya siarkan langsung dari beliau. Mungkin kita harus langsung ke Bria saja, ya. Mungkin keluarga Bria akan memberinya ijin untuk menggali lebih jauh peristiwa misteri yang mengerikan di rumah itu. Langsung dari pelaku kejadian. Baik! Jangan lupa untuk like dan subcribe. Jangan lupa juga untuk tekan tombol lonceng. Saya Arta Guntur dari kanal misteri, akan terus menyuguhkan kisah-kisah kejadian nyata horor di sekitar kita. Sampai jumpa lagi di podcast dan live berikutnya. See ya! 

Bab Sebelumnya | Bab Berikutnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KARMA-Tuhan yang Kulekatkan di Namaku

UNICORN - Cerita Horor Boneka Arwah Terkutuk

UNICORN - Cerita Horor Boneka Arwah Terkutuk - Bagian 1